Humas MAN Lima Puluh Kota — Upacara bendera Senin (28/9) pagi di MAN Lima Puluh Kota berlangsung lancar, tertib, dan khidmat. Kegiatan rutin yang dilaksanakan di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika MAN Lima Puluh Kota dengan penuh disiplin.

Bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa kelas XI.1 dengan wali kelas Afrita Zurianti, S.Pd. yang sekaligus dipercaya menjadi pembina upacara.

Dalam amanatnya, Afrita Zurianti mengangkat tema “Hati-Hati Menjaga Hati”. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa menjaga kebersihan hati karena hati memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perkataan, dan perilaku seseorang.

Dalam amanatnya, ia menyampaikan terdapat tiga penyakit hati yang perlu diwaspadai.

Pertama, iri dan dengki, yaitu perasaan tidak senang melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan atau keberhasilan, bahkan merasa senang ketika orang lain mengalami kesulitan.

Kedua, sombong, yakni merasa diri lebih baik atau lebih tinggi daripada orang lain serta memandang remeh dan merendahkan sesama.

Ketiga, kurang bersyukur, yaitu tidak menyadari dan tidak mensyukuri berbagai nikmat Allah SWT yang telah diberikan. Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga harus diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Lebih lanjut, Afrita menjelaskan bahwa penyakit hati harus diobati dan dijaga agar tidak semakin mengakar. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain menjaga lisan, memperbanyak istigfar dan zikir, serta melaksanakan salat dengan baik.

“Marilah kita bersama-sama menjaga hati agar tidak dipenuhi iri, dengki, kesombongan, dan rasa tidak bersyukur. Hati yang baik akan melahirkan perkataan dan perbuatan yang baik,” pesannya kepada seluruh peserta upacara.

Sementara itu, Kepala MAN Lima Puluh Kota H. Nur Ali,S.Ag.M.M.Pd. memberikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh petugas serta peserta upacara yang telah melaksanakan kegiatan dengan baik. Ia menegaskan bahwa upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin setiap Senin, tetapi juga menjadi salah satu wadah untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan seluruh civitas akademika MAN Lima Puluh Kota.

Selain itu, upacara bendera juga menjadi momentum untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air di kalangan siswa maupun seluruh warga madrasah.

Dengan terlaksananya upacara secara tertib dan khidmat, diharapkan semangat kedisiplinan, karakter positif, serta kecintaan terhadap bangsa dan madrasah terus tumbuh dalam diri seluruh keluarga besar MAN Lima Puluh Kota.
Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *