Humas MAN Lima Puluh Kota — Semangat regenerasi organisasi kembali bergema di MAN Lima Puluh Kota. Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK) periode 2026/2027 resmi dilantik dalam sebuah rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kepemimpinan.
Sebelum prosesi pelantikan pengurus MPK, kegiatan diawali dengan serah terima jabatan Pembina OSIM Tahun Pelajaran 2025/2026 dari Ade Yunitri, S.Pd. kepada Robby Hidayat, S.Pd. Serah terima tersebut disaksikan langsung oleh Kepala MAN Lima Puluh Kota, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Waka Akademik, Waka Humas, majelis guru, serta JFU.
Prosesi serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk resmi pergantian amanah sekaligus simbol keberlanjutan pembinaan organisasi siswa di lingkungan madrasah.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala MAN Lima Puluh Kota tentang susunan kepengurusan MPK periode 2026/2027. Sebanyak lima siswa dipercaya mengemban amanah sebagai pengurus MPK yang baru, dengan Muhammad Alif terpilih sebagai Ketua MPK.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Lima Puluh Kota menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pembina OSIM sebelumnya, Ade Yunitri, S.Pd., serta seluruh pengurus MPK periode sebelumnya atas dedikasi, kerja sama, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah organisasi.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi siswa di madrasah,” ungkap Kepala Madrasah. Kepada pengurus MPK yang baru dilantik, Kepala Madrasah menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Beliau menekankan pentingnya kemampuan mengatur dan membagi waktu antara kewajiban utama sebagai pelajar dengan tugas sebagai pengurus organisasi.
“Menjadi pengurus organisasi bukan berarti mengurangi waktu untuk belajar. Keduanya harus berjalan seiring. Pandai-pandailah membagi waktu antara belajar dan menjalankan amanah organisasi,” pesannya. Menurutnya, pengalaman berorganisasi merupakan kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, serta pengambilan keputusan. Namun, seluruh pengalaman tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan pencapaian akademik.
“Jangan sampai karena organisasi, belajar tertinggal. Begitu juga jangan karena belajar, organisasi tidak berjalan. Keduanya harus sama-sama diperhatikan,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi bekal bagi lima pengurus MPK terpilih agar mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjadi teladan bagi siswa lainnya, serta turut menciptakan suasana madrasah yang aktif, tertib, dan harmonis. Usai sambutan Kepala Madrasah, prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah pengurus MPK periode 2026/2027 yang dipimpin langsung oleh Kepala MAN Lima Puluh Kota H. Nur Ali, S.Ag.M.M.Pd. Suasana khidmat terasa ketika seluruh pengurus berdiri tegap mengikuti setiap ikrar yang dibacakan. Dengan suara tegas dan penuh semangat, para pengurus menjawab, “Siap, bersedia!” pada setiap ikrar yang disampaikan.
Jawaban tegas tersebut menjadi simbol kesiapan para pengurus untuk menerima amanah, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik madrasah, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan kesiswaan. Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi estafet kepemimpinan dan pembelajaran bagi generasi muda madrasah. Melalui MPK, para siswa diharapkan mampu belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berintegritas, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan madrasah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan dalam mengawali perjalanan kepengurusan MPK MAN Lima Puluh Kota periode 2026/2027. Selamat mengemban amanah kepada Muhammad Alif dan seluruh pengurus MPK MAN Lima Puluh Kota periode 2026/2027. Semoga mampu menjadi generasi pemimpin yang amanah, disiplin, berkarakter, dan tetap menjadikan prestasi akademik sebagai prioritas utama.
Belajar tetap utama, organisasi menjadi ruang menempa kepemimpinan, dan amanah menjadi tanggung jawab bersama. Ernawati dan Tim humaa
