Humas MAN Lima Puluh Kota – Semangat juang dan dedikasi tinggi kembali ditunjukkan oleh dua tim riset KREASI Nasional MAN Lima Puluh Kota. Pada Rabu (29/7/2026), kedua tim melaksanakan penelitian lapangan di dua lokasi berbeda, yakni Jorong Mangunai, Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban dan Nagari Talang Maur, Kecamatan Mungka, sebagai bagian dari penyempurnaan karya ilmiah yang akan dipresentasikan pada ajang KREASI Nasional 2026 jika lolos babak final.
Tim pertama yang diketuai Sandra Herlina bersama anggota Siti Nadzivah Shafira (Nomor Urut Se-02-050) mengangkat judul penelitian “DIGREEN-ZAK: Strategi Pemberdayaan Pemuda Berbasis Ekologi dalam Mewujudkan Kemaslahatan Umat Berkelanjutan di Nagari Mangunai.” Penelitian ini dibimbing langsung oleh Ernawati, S.S., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan wawancara dengan berbagai narasumber penting, di antaranya Kepala KUA Lareh Sago Halaban, Wali Nagari Ampalu dan sekretaris nagari, Kepala Jorong Mangunai, serta para pemuda dan pemudi Jorong Mangunai yang dikenal sebagai kampung zakat kab. Lima Puluh Kota. Mereka menyambut hangat kedatangan tim peneliti penuh keakraban. Berbagai informasi yang diperoleh menjadi data penting untuk mengkaji peran generasi muda dalam mengintegrasikan nilai-nilai ekologi dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang berkelanjutan.
Perjalanan menuju lokasi penelitian bukan tanpa tantangan. Medan yang cukup sulit dan akses yang menantang tidak sedikit pun mengurangi semangat para peneliti muda. Dengan penuh antusias, mereka menyusuri lokasi demi mendapatkan data yang valid dan komprehensif. Semangat pantang menyerah tersebut menjadi bukti kesungguhan siswa MAN Lima Puluh Kota dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Sementara itu, tim kedua melaksanakan penelitian di Nagari Talang Maur, Kecamatan Mungka dengan judul “Tradisi Maante Konji dan Lompek Page sebagai Arsitektur Kohesi Kekerabatan Minangkabau di Nagari Talang Maur.” Tim ini dibimbing oleh Intan Suryati, S.Pd.Gr. dan Restinova Sari, S.Pd.Gr., dengan anggota peneliti Mutiara Adinda dan Syttatun ‘Afifah.
Penelitian difokuskan pada penggalian nilai-nilai budaya lokal melalui wawancara bersama Bundo Kanduang Nagari Talang Maur, serta tokoh adat seperti pengurus KAN, pemerintah nagari, dan kepala jorong. Para narasumber menyambut kehadiran tim dengan hangat, ramah, dan penuh semangat. Suasana kekeluargaan yang terjalin selama proses wawancara memberikan pengalaman berharga bagi para peneliti sekaligus memperkaya data penelitian mengenai tradisi yang memperkuat kohesi sosial masyarakat Minangkabau.
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., memberikan apresiasi atas kegigihan kedua tim yang rela turun langsung ke lapangan demi memperoleh data penelitian yang akurat.
“Kami sangat bangga melihat semangat, kerja keras, dan kesungguhan para siswa serta guru pembimbing. Penelitian yang berkualitas lahir dari proses yang sungguh-sungguh. Semoga seluruh ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik dan mengantarkan MAN Lima Puluh Kota meraih prestasi gemilang di tingkat nasional,” ungkapnya.
Melalui penelitian berbasis potensi lokal ini, MAN Lima Puluh Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi peneliti muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menggali, melestarikan, dan menawarkan solusi bagi persoalan masyarakat melalui riset yang inovatif dan berdampak.
Ernawati dan Tim Humas
