Humas MAN Lima Puluh Kota – Sabtu, 1 Agustus 2026 menjadi hari yang penuh semangat, kreativitas, dan inspirasi bagi keluarga besar MAN Lima Puluh Kota. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, madrasah secara resmi kembali melaksanakan Program Keterampilan, sebuah program unggulan yang menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kecakapan hidup (life skills) sejak dini.
Sejak pagi, suasana madrasah tampak berbeda. Ruang-ruang keterampilan dipenuhi antusiasme peserta didik yang siap mengikuti pembelajaran perdana sesuai bidang yang mereka pilih. Tidak hanya siswa lama, para peserta didik baru pun terlihat bersemangat mengenal berbagai keterampilan yang akan menjadi bekal mereka selama belajar di madrasah.
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan bahwa Program Keterampilan merupakan salah satu upaya madrasah dalam membentuk generasi yang unggul, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Program keterampilan di MAN Lima Puluh Kota diharapkan mampu menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan sikap mandiri, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kerja. Melalui program ini, madrasah berupaya menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa. Program keterampilan ini diharapkan memberikan kontribusi positif dalam mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman,” ungkap beliau.
Pada pertemuan perdana ini, sembilan program keterampilan langsung berjalan sesuai jadwal dengan materi pengenalan yang menarik dan aplikatif.
Program Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) memulai pembelajaran dengan materi Proses Pembukaan Lahan Pertanian. Peserta didik dikenalkan pada tahapan awal budidaya tanaman pangan dan hortikultura sebagai dasar dalam mengelola usaha pertanian yang produktif, kreatif, dan bernilai ekonomi.
Di ruang Tata Boga, peserta didik mempelajari analisis berbagai jenis tepung beserta karakteristik dan penggunaannya dalam pengolahan makanan. Materi ini menjadi fondasi penting sebelum memasuki praktik pengolahan aneka produk kuliner.
Sementara itu, peserta keterampilan Multimedia memulai kegiatan dengan sesi perkenalan dan praktik membuat surat menggunakan komputer, sebagai langkah awal mengenal pengolahan dokumen berbasis teknologi informasi.
Pada keterampilan Tata Rias, peserta didik mempelajari padu padan outfit, yaitu bagaimana memilih dan memadukan busana sesuai fungsi, warna, dan karakter sehingga menghasilkan penampilan yang menarik dan profesional.
Keterampilan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) mengawali kegiatan dengan praktik olahraga bola voli, sedangkan keterampilan Keagamaan memfokuskan pembelajaran pada materi doa-doa harian sebagai bagian dari pembentukan karakter religius peserta didik.
Di ruang Tata Busana, guru pembina memperkenalkan berbagai jenis kain rajut beserta karakteristik dan pemanfaatannya dalam dunia busana. Adapun peserta keterampilan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mendapatkan pengenalan mengenai ruang lingkup keterampilan, peralatan kerja, serta dasar-dasar teknik kendaraan ringan yang akan dipelajari selama satu tahun ke depan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat. Para guru pembina tampak antusias membimbing peserta didik, sementara siswa aktif bertanya dan mengikuti setiap materi yang diberikan. Antusiasme semakin terasa dari para peserta didik baru yang untuk pertama kalinya mengikuti pembelajaran keterampilan di MAN Lima Puluh Kota.
Program keterampilan ini menjadi bukti nyata komitmen MAN Lima Puluh Kota dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dengan dimulainya kembali program keterampilan pada tahun ajaran baru ini, diharapkan lahir generasi madrasah yang kreatif, inovatif, mandiri, serta mampu mengembangkan kompetensi sesuai minat dan bakatnya. Semangat berkarya yang ditunjukkan pada hari pertama ini menjadi awal yang optimistis untuk mewujudkan lulusan MAN Lima Puluh Kota yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *