Humas MAN Lima Puluh Kota, 24 Agustus 2026 — Suasana sejuk dan angin pagi yang menyegarkan mengiringi pelaksanaan upacara bendera Senin di MAN Lima Puluh Kota, Senin (24/8/2026). Tepat pukul 07.30 WIB, bel berbunyi menandai dimulainya kegiatan. Seluruh civitas akademika madrasah berbaris rapi di halaman kampus dengan penuh disiplin, khidmat, dan semangat. Pada upacara kali ini, siswa kelas XII.3 dipercaya menjadi petugas upacara dengan Fauzana Putri, M.Pd. selaku wali kelas sekaligus pembina. Seluruh rangkaian upacara berjalan tertib dan lancar, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan Pancasila oleh pembina, pembacaan UUD 1945, hingga pembacaan Janji Siswa.
Dalam kesempatan tersebut, pembina upacara menyampaikan apresiasi kepada kelas XII.3 yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Terima kasih dan apresiasi kepada kelas XII.3 yang sudah melaksanakan upacara dengan penuh tanggung jawab. Meskipun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, secara keseluruhan pelaksanaan upacara berjalan dengan baik,” ujarnya.
“Cas Kembali Semangat Belajar”
Dalam amanatnya, pembina mengajak seluruh peserta didik untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan semangat belajar. Ia mengibaratkan semangat belajar seperti baterai telepon genggam yang harus diisi kembali ketika mulai melemah. “Kalau HP kita sudah hampir habis baterainya, pasti langsung kita cas agar bisa digunakan kembali. Begitu juga dengan semangat belajar. Ketika semangat mulai menurun, kita harus segera ‘cas’ kembali dengan motivasi dan kemauan untuk belajar,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak larut dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, waktu dan perhatian peserta didik harus lebih banyak diarahkan untuk membangun masa depan. “Jangan terlalu sibuk scrolling media sosial. Jangan hanya sibuk mengurus urusan orang lain, tetapi lupa membangun masa depan kita sendiri,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengingatkan agar teknologi digunakan sebagai alat bantu, bukan menjadi sesuatu yang justru mengalahkan kemampuan berpikir manusia. “Kita harus memahami bahwa HP hanyalah alat. Jangan sampai HP lebih pintar daripada otak dan pemikiran kita sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Kemerdekaan Diisi dengan Prestasi dan Karakter
Momentum bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan juga menjadi bagian penting dalam amanat tersebut. Para siswa diajak memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan perayaan, tetapi dengan memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan, prestasi, dan karakter yang baik. “Isi kemerdekaan ini dengan rajin belajar dan membangun karakter yang baik. Itulah yang perlu kita persembahkan untuk Indonesia,” pesannya.
Ia mengajak peserta didik mengubah cara pandang dari pertanyaan “Apa yang sudah diberikan bangsa ini kepada kita?” menjadi “Apa yang bisa kita berikan kepada bangsa ini?” Menurutnya, peserta didik MAN Lima Puluh Kota merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada tahun 2045, ketika Indonesia genap satu abad merdeka. “Tugas kalian adalah mempersiapkan diri menjadi garda terdepan pada tahun 2045. Kalian bisa menjadi polisi, teknisi, guru, gubernur, bahkan presiden. Semua itu dimulai dari apa yang kalian lakukan hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, Plh. Kepala MAN Lima Puluh Kota, Nelfia Nofitri, S.Pd.I., M.Pd., turut memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peserta upacara. Ia menyampaikan penghargaan karena kegiatan upacara Senin dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan khidmat. Pelaksanaan upacara bendera tersebut menjadi momentum untuk kembali menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, serta semangat belajar kepada seluruh siswa. Dari halaman madrasah, semangat itu diharapkan terus tumbuh menjadi bekal bagi generasi MAN Lima Puluh Kota untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *