Humas MAN Lima Puluh Kota – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lima Puluh Kota menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Upacara kali ini dilaksanakan oleh petugas gabungan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), dan Pasukan Pengibar Bendera (Paski). Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi muda dalam mengisi momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Nelfia Nofitri, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali merenungkan makna Sumpah Pemuda sebagai tonggak persatuan bangsa sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam penyampaiannya, pembina upacara mengingatkan bahwa 98 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia telah mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yaitu Indonesia.

“Semangat itu harus terus hidup, bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi juga dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Lebih lanjut, amanat Menteri Pemuda dan Olahraga menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak semata-mata diukur dari gedung-gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, ataupun kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati justru berawal dari kualitas manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

Untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik, generasi muda diharapkan memiliki tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan. Sementara itu, berempati berarti memiliki kepedulian terhadap kondisi orang lain dan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan diri sendiri.

Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi para peserta didik MAN Lima Puluh Kota bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, sikap saling menghargai, maupun keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan positif di madrasah dan masyarakat.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” menjadi salah satu pesan penting dalam amanat yang disampaikan.

Pelaksanaan upacara oleh gabungan OSIM, MPK, dan Paski juga mencerminkan pentingnya kerja sama antarsiswa dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, serta semangat persatuan. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut, para siswa diharapkan mampu memahami bahwa kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan madrasah.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di MAN Lima Puluh Kota bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terdahulu diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap peserta didik sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, keluarga besar MAN Lima Puluh Kota diharapkan terus menumbuhkan generasi yang mencintai tanah air, gigih meraih cita-cita, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan demi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *