Humas MAN Lima Puluh Kota — Pelaksanaan upacara bendera Senin pagi, 18 Mei 2026 di MAN Lima Puluh Kota berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Upacara kali ini dipercayakan kepada siswa kelas X.3 sebagai petugas upacara yang sukses menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.
Bertindak sebagai pembina upacara, wali kelas X.3, Rahmatullaili, S.Pd.I. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh petugas maupun peserta upacara yang telah mengikuti kegiatan dengan baik dan penuh semangat.
Dalam amanatnya, beliau mengangkat tema menarik berjudul “Makna di Balik Kalimat ‘Ah, Cuma Bercanda’”. Melalui amanat tersebut, beliau mengingatkan pentingnya menjaga ucapan karena candaan yang dianggap biasa oleh seseorang, bisa saja menjadi luka dan beban pikiran bagi orang lain.
“Kadang ucapan sederhana seperti ‘Ah, cuma bercanda’ justru dapat menyakiti hati teman kita. Karena itu, kita harus lebih bijak dalam berbicara,” ungkap beliau di hadapan seluruh peserta upacara.
Berdasarkan pesan tersebut, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan demi keselamatan dan kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
- Berpikir sebelum berbicara atau dalam pepatah Minang dikenal dengan “mangango dulu baru mangecek.”
- Berani berbuat, berani bertanggung jawab.
- Berani meminta maaf apabila melakukan kesalahan kepada orang lain.
Beliau juga menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu kunci agar hidup disenangi, dihargai, dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan sesama.
Sementara itu, Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag.M.M.Pd. turut memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh peserta upacara. Beliau mengungkapkan rasa syukur karena pelaksanaan upacara dari waktu ke waktu semakin tertib, khidmat, dan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
“Alhamdulillah, pelaksanaan upacara pagi ini berlangsung lebih khidmat dan semakin baik lagi. Semoga semangat disiplin dan karakter positif terus tumbuh di lingkungan madrasah,” ujar beliau.
Upacara pagi itu tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai etika bagi seluruh warga madrasah.
Ernawati dan Tim Humas
