Lima Puluh Kota — Gerakan literasi di kalangan siswa MAN Lima Puluh Kota kembali menunjukkan hasil nyata. Sebanyak tujuh siswa madrasah tersebut berhasil lolos seleksi peserta pelatihan menulis resensi buku yang diselenggarakan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (13/8/2026).
Ketujuh siswa tersebut terdiri atas Chayyira Daima Saqina, Al Mar’atus Sahla, Sofia Afwa Zafirah, Ashifa Alya Zafirah, Nayla Syafitri, Sarah Zaskia Oris, dan Syttatun Afifah, anggota Generasi Literasi Madrasah (GELIMA) MAN Lima Puluh Kota yang selama ini aktif menjadi penggerak kegiatan literasi di lingkungan madrasah.
Jumlah tersebut menjadi capaian tersendiri bagi MAN Lima Puluh Kota. Dalam seleksi yang diikuti siswa tingkat SMA/MA sederajat se-Kabupaten Lima Puluh Kota, MAN Lima Puluh Kota menjadi sekolah dengan jumlah peserta yang berhasil lolos paling banyak, yakni tujuh orang.
Kepala Perpustakaan Syekh Abbas Abdullah MAN Lima Puluh Kota sekaligus pembina GELIMA, Intan Suryati, S.Pd.Gr. mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan melalui GELIMA.
“Kegiatan literasi tidak cukup hanya dengan mengajak siswa membaca. Mereka perlu diberikan ruang untuk menulis, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya. GELIMA menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Lolosnya tujuh siswa dalam seleksi ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mulai memberikan dampak nyata,” ujar Intan.
Menurutnya, para siswa yang terpilih memang telah terbiasa mengikuti berbagai kegiatan literasi dan mendapatkan pendampingan dalam menulis. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika mereka mengikuti proses seleksi.
Ia berharap kesempatan mengikuti pelatihan dapat semakin memperkuat kemampuan siswa dalam menulis resensi buku sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk menghasilkan karya-karya literasi yang lebih berkualitas.
Sementara itu, Plh MAN Lima Puluh Kota, Nelfia Nofitri, S.Pd.I. M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi di bidang literasi merupakan bagian penting dari pengembangan potensi siswa karena kemampuan membaca dan menulis menjadi bekal yang relevan dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan tujuh siswa MAN Lima Puluh Kota yang lolos seleksi. Ini bukan hanya prestasi individu siswa, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pembinaan literasi di madrasah berjalan dan memberikan hasil. Kami berharap mereka dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu dari para narasumber, kemudian membagikan pengalaman dan pengetahuannya kepada siswa lainnya,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kepenulisan dan ilmu perpustakaan. Mereka adalah Dr. Yona Primadesi, M.Hum., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Padang, Jeihan Nabila, S.IIP., M.I.Kom., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Padang, serta Dr. Dian Hasvera, M.I.Kom., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Imam Bonjol Padang.
Pelatihan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk memperdalam teknik menulis resensi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap sebuah buku, sekaligus menuangkan hasil bacaan dalam bentuk tulisan yang informatif dan menarik.
Bagi MAN Lima Puluh Kota, capaian tujuh siswa dalam seleksi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa organisasi literasi di madrasah dapat memberikan dampak konkret terhadap perkembangan potensi peserta didik.
GELIMA tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk menjalankan kegiatan literasi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang mendorong siswa berani berkarya, berprestasi, dan mengambil peran sebagai penggerak budaya literasi di lingkungan madrasah.
Konsistensi pendampingan yang dilakukan oleh pembina GELIMA sekaligus Kepala Perpustakaan Syekh Anas Abdullah MAN Lima Puluh Kota menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dari kegiatan membaca, menulis, hingga mengikuti berbagai agenda literasi, siswa diarahkan untuk menjadikan literasi sebagai kebiasaan sekaligus sarana pengembangan prestasi.
Capaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi semakin banyak siswa MAN Lima Puluh Kota untuk terlibat dalam kegiatan literasi. Dengan demikian, budaya membaca dan menulis tidak berhenti sebagai kegiatan pendukung pembelajaran, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu melahirkan karya dan prestasi siswa di berbagai bidang. (Intan-Humas MAN Liko)
Untuk update terbaru kegiatan lainnya di MAN Lima Puluh Kota, kunjungi situs resmi kami atau ikuti kami di media sosial :
Website : http://manlimapuluhkota.sch.id
Instagram : https://www.instagram.com/manlimapuluhkota
Facebook : https://www.facebook.com/manlimapuluhkota
Tiktok : www.tiktok.com/@manlimapuluhkota
Youtube : http://www.youtube.com/@ManLikoOfficial
IG Asrama : https://instagram.com/asrama_puteri_alqonitaat
Pustaka : https://www.instagram.com/librarymanliko
