Humas MAN LIMA PULUH KOTA – Suasana halaman kampus MAN Lima Puluh Kota tampak semarak pada Jumat pagi, 6 November 2026. Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi, tiga lokal kelas XI tampil secara bersamaan dalam kegiatan muhadharah mingguan. Berbagai suguhan bakat, kreativitas, dan kemampuan siswa berhasil menghadirkan suasana yang meriah sekaligus sarat nilai edukasi dan keagamaan. Muhadharah kali ini menjadi istimewa karena siswa dari tiga kelas XI (XI 1, XI 2, dan XI 3) berkolaborasi menyukseskan rangkaian acara. Mulai dari penampilan pembawa acara (MC) tiga bahasa yang fasih dan lancar, lantunan azan, khutbah Jumat, hingga Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) yang disampaikan dengan penuh semangat dan penghayatan.
Suasana semakin hidup dengan penampilan solo song Islami yang menghibur peserta muhadharah. Tidak hanya itu, siswa juga menampilkan luapan ekspresi dan kreativitas melalui cerita yang disampaikan dengan penuh penghayatan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna dan doa bersama.
Setiap penampilan memperlihatkan keberanian siswa dalam mengeksplorasi kemampuan diri sekaligus memberikan pengalaman berharga untuk tampil di hadapan publik. Semangat kolaborasi antarkelas juga menjadi bukti bahwa kegiatan muhadharah bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pembelajaran untuk saling mendukung, menghargai, dan mengembangkan potensi. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan wali kelas XI, Rahmawita, S.Pd., menyampaikan pesan dan motivasi kepada seluruh siswa. Ia mengingatkan bahwa keberanian tampil di depan umum tidak datang begitu saja, melainkan membutuhkan latihan, kemauan, dan kepercayaan diri.
“Tidak mudah tampil di depan umum tanpa latihan dan keberanian. Hal terpenting yang harus dimiliki siswa adalah berani tampil terlebih dahulu, baru kemudian menguasai topik yang akan disampaikan,” ungkapnya memotivasi. Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh siswa saling memberikan dukungan dan tidak menertawakan atau mencemooh teman yang sedang tampil. Menurutnya, muhadharah merupakan wadah latihan bersama. Siswa yang hari ini menyaksikan, suatu saat juga akan mendapatkan giliran untuk berdiri dan menunjukkan kemampuannya di hadapan orang lain.
“Jangan menertawakan atau mencemooh teman yang sedang tampil. Berikan dukungan, karena suatu saat kita juga akan berada pada posisi yang sama,” pesannya.
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., turut memberikan apresiasi atas penampilan dan kolaborasi siswa. Ia memotivasi seluruh peserta didik agar tidak ragu menunjukkan bakat, minat, dan kebolehannya melalui berbagai kesempatan yang difasilitasi madrasah. Menurutnya, setiap penampilan merupakan proses pembelajaran yang sangat berharga. Keberanian berbicara, kemampuan berkomunikasi, penguasaan materi, serta sikap percaya diri perlu terus diasah melalui latihan dan pengalaman nyata. Kegiatan muhadharah menjadi salah satu sarana pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan siswa, khususnya dalam bidang keagamaan, komunikasi, kepemimpinan, dan seni Islami.
Melalui kegiatan ini, MAN Lima Puluh Kota terus berupaya menghadirkan lingkungan madrasah yang memberikan ruang bagi setiap siswa untuk tumbuh, berani mencoba, dan saling menguatkan. Tiga kelas, banyak bakat, satu semangat kebersamaan. Dari muhadharah Jumat pagi, MAN Lima Puluh Kota kembali membuktikan bahwa keberanian tidak lahir dari kesempurnaan, tetapi tumbuh dari kesempatan, latihan, dan dukungan bersama. MAN Lima Puluh Kota – Madrasah Unggul, Islami, Inovatif, Mandiri, dan Terampil.
Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *