Humas MAN Lima Puluh Kota, 28 Agustus 2026 — Di bawah mentari pagi yang hangat dengan langit cerah secerah hati para peserta, keluarga besar MAN Lima Puluh Kota kembali melaksanakan kegiatan Muhadharah Jumat Pagi, Jumat (28/8/2026). Kegiatan berlangsung penuh semangat, khidmat, dan keceriaan dengan menampilkan beragam potensi siswa, khususnya dari kelas XII.2 di bawah bimbingan wali kelas Ade Yunitri, S.Pd. Muhadharah kali ini menjadi panggung bagi siswa untuk mengasah keberanian, kemampuan berbicara, serta keterampilan tampil di hadapan khalayak. Berbagai kebolehan ditampilkan dengan penuh percaya diri. Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan pembawa acara yang menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Dengan kemampuan berbahasa yang fasih dan percaya diri, para pembawa acara sukses mengantarkan setiap rangkaian kegiatan dengan lancar.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Lantunan ayat-ayat Allah SWT menggema di lingkungan madrasah, menghadirkan suasana yang khidmat dan menenteramkan hati. Suasana kemudian dilanjutkan dengan kumandang azan dan khutbah Jumat yang disampaikan dengan penuh semangat. Penampilan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menyampaikan pesan-pesan keislaman sekaligus membangun mental dan keberanian tampil di depan umum. Semangat peserta semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan penampilan MSQ (Musabaqah Syarhil Quran). Mengangkat tema “Manfaat Jempol dalam Satu Klik di Dunia Maya”, para siswa menyampaikan pesan tentang pentingnya menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak. Jempol yang hanya membutuhkan satu sentuhan dapat membawa manfaat besar ketika digunakan untuk menyebarkan kebaikan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif apabila digunakan tanpa pertimbangan. Pesan tersebut terasa relevan dengan kehidupan generasi muda di tengah derasnya perkembangan dunia digital.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih rileks dan santai melalui persembahan lagu dari Nofri dan Naufal dengan tajuk “Allah Segalanya”. Lantunan lagu bernuansa religi tersebut mendapat perhatian dan antusiasme peserta muhadharah. Penampilan itu sekaligus menjadi bukti bahwa siswa MAN Lima Puluh Kota memiliki beragam talenta yang dapat dikembangkan melalui ruang-ruang kreativitas di madrasah. Setelah berbagai penampilan, seluruh peserta bersama-sama melantunkan Asmaul Husna. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa. Rangkaian Muhadharah Jumat Pagi ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, spiritualitas, komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa.
Waka Kesiswaan MAN Lima Puluh Kota, Syahmihartis, M.Sy., menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menjadi petugas maupun peserta muhadharah. Ia mengapresiasi kesungguhan siswa dalam mempersiapkan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
“Terima kasih kepada seluruh pelaksana dan peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan baik. Semoga melalui kegiatan muhadharah ini, siswa semakin percaya diri dan berani tampil di depan umum,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar tidak takut untuk tampil dan terus memanfaatkan setiap kesempatan sebagai ruang belajar. “Jangan malu untuk tampil. Saatnya sekarang semua ananda berlatih agar terampil dan berani berdiri di depan umum. Jadikan ajang muhadharah ini sebagai latihan untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri,” pesannya.
Muhadharah Jumat Pagi di MAN Lima Puluh Kota kembali membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menemukan, mengasah, dan menampilkan potensi siswa. Dari lantunan Al-Qur’an, khutbah, syarhil Quran, hingga seni suara, setiap penampilan menjadi langkah kecil menuju lahirnya generasi madrasah yang religius, terampil, kreatif, komunikatif, dan percaya diri.
Ernawati dan Tim Humas
