Humas MAN Lima Puluh Kota, Sabtu (7/11/2026) – Semangat membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan sadar demokrasi ditunjukkan MAN Lima Puluh Kota melalui keikutsertaan 30 peserta didik dalam kegiatan Pelatihan Calon Anggota Satuan Karya (SAKA) Pramuka Rintisan Yogaswara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan berlangsung di Musala MAN Lima Puluh Kota dengan menghadirkan langsung tim dari KPU Kabupaten Lima Puluh Kota.
Sebanyak 30 siswa mengikuti pelatihan ini, terdiri atas 15 putra dan 15 putri. Menariknya, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi melalui pre-test yang dilaksanakan oleh tim KPU untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman awal mereka. Dari 30 peserta tersebut, enam siswa dengan hasil terbaik nantinya akan dipilih menjadi anggota SAKA Pramuka Rintisan Yogaswara KPU Kabupaten Lima Puluh Kota.
Keenam peserta terpilih selanjutnya akan diikutsertakan dalam kegiatan Perkemahan Pramuka pada 14–15 November 2026 (Sabtu–Minggu) yang melibatkan peserta dari wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.
Sebelum kegiatan dimulai, Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPU Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah memberikan kepercayaan kepada peserta didik MAN Lima Puluh Kota untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan rasa bangganya karena MAN Lima Puluh Kota menjadi satu-satunya madrasah/sekolah perwakilan dari Kecamatan Guguak yang dipilih untuk mengikuti kegiatan ini, meskipun terdapat banyak sekolah sederajat SMA/MA lainnya di wilayah tersebut.
Kepercayaan ini tentu menjadi kesempatan berharga bagi peserta didik untuk mengembangkan wawasan, pengalaman, serta keterampilan kepemimpinan dan organisasi. Ia berharap para siswa dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
Dalam penyampaian materinya, Roziwan, S.H.I., selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Lima Puluh Kota, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini tidak sekadar bertujuan membentuk anggota SAKA, tetapi juga mempersiapkan generasi muda menjadi calon pemimpin yang baik, memiliki kepedulian, serta mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, seorang pemimpin ideal adalah pemimpin yang peduli terhadap rakyat, memperhatikan pendidikan, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa semua pihak tentu mengharapkan lahirnya pemimpin yang benar-benar memiliki kepedulian dan tanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Roziwan juga memberikan materi tentang Pemilu dan Demokrasi. Ia menjelaskan bahwa demokrasi merupakan proses memilih wakil rakyat atau pemimpin negara secara langsung oleh rakyat. Pemilu menjadi sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin, menentukan wakil di lembaga legislatif, serta menyalurkan aspirasi politik.
Ia juga memaparkan bahwa pelaksanaan Pemilu di Indonesia berlandaskan enam asas, yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LUBER JURDIL).
Lebih lanjut, peserta diperkenalkan dengan jenis-jenis pemilu di Indonesia yang meliputi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Tidak hanya itu, Roziwan turut menjelaskan tiga lembaga utama dalam penyelenggaraan pemilu, yakni:
- Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara teknis pemilu.
- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai lembaga pengawas pemilu.
- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai lembaga yang menangani penegakan kode etik penyelenggara pemilu.
Melalui materi tersebut, para peserta diharapkan memahami pentingnya demokrasi, mengenal proses kepemiluan, serta menyadari bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi bangsa.
Keikutsertaan MAN Lima Puluh Kota dalam pelatihan calon anggota SAKA Pramuka Rintisan Yogaswara ini menjadi langkah positif dalam memperluas ruang belajar peserta didik. Madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dari madrasah untuk demokrasi, dari generasi muda untuk masa depan Indonesia. Semoga melalui kegiatan ini lahir kader-kader muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, berani menyuarakan kebenaran, serta siap menjadi pemimpin yang peduli dan bertanggung jawab. Ernawati dan Tim Humas
