LIMA PULUH KOTA — Budaya literasi di MAN Lima Puluh Kota kembali berbuah prestasi usai pengumuman Pemenang Lomba Resensi tingkat SLTA/MA oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota Jumat (2/10/2026). Madrasah Aliyah Negeri satu-satunya di Lima Puluh Kota ini meraih Juara II Lomba Resensi Buku Tingkat SLTA/MA yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Prestasi itu diraih melalui karya Nayla Syafitri, siswi kelas XI.3, yang berhasil menempati posisi kedua setelah mengikuti rangkaian kompetisi bersama pelajar SMA/MA se-Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kompetisi tersebut diawali dengan seleksi karya resensi. Dari seluruh peserta, sebanyak 25 pelajar terpilih mengikuti tahap pembinaan dan bimbingan teknis kepenulisan. Pada tahap ini, peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber untuk memperkuat kemampuan memahami bacaan, mengolah gagasan, menyusun tulisan, hingga menghasilkan resensi yang berkualitas.

Dari proses pembinaan dan kompetisi tersebut, MAN Lima Puluh Kota berhasil mengamankan posisi Juara II, sekaligus menambah catatan prestasi madrasah di bidang literasi.

Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan bagian dari hasil pembinaan literasi yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi yang diraih. Ini menjadi bukti bahwa budaya membaca dan menulis yang terus kita kembangkan di MAN Lima Puluh Kota dapat melahirkan prestasi. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus membaca, menulis, dan mengembangkan potensi diri,” ujar beliau.

Dalam kompetisi tersebut, siswa MAN Lima Puluh Kota mendapat bimbingan Intan Suryati, S.Pd.Gr., Kepala Perpustakaan Syekh Abbas Abdullah sekaligus guru Bahasa Indonesia.

Menurutnya, kemampuan menulis resensi tidak terlepas dari kemampuan siswa dalam membaca secara aktif, memahami isi bacaan, serta mengolah informasi menjadi gagasan yang dituangkan dalam tulisan.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa kebiasaan membaca dapat dikembangkan menjadi kemampuan menulis dan berprestasi. Kami terus mendorong siswa agar membaca secara aktif, memahami isi bacaan, menemukan gagasan, kemudian menuangkannya dalam tulisan,” kata Intan.

Ia menambahkan, penguatan budaya membaca merupakan bagian dari program Madrasah Literasi MAN Lima Puluh Kota. Perpustakaan Syekh Abbas Abdullah juga terus dikembangkan sebagai ruang belajar sekaligus tempat siswa menumbuhkan kreativitas dan menghasilkan karya.

“Membaca itu jendela dunia dan buku adalah pintunya. Karena itu, semakin banyak siswa membaca, semakin luas pula wawasan yang dapat mereka kembangkan menjadi gagasan dan karya,” ujarnya.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat kiprah MAN Lima Puluh Kota dalam pengembangan literasi. Bagi madrasah, prestasi bukan sekadar hasil akhir sebuah kompetisi, tetapi juga bagian dari proses membangun kebiasaan membaca, kemampuan berpikir, dan keberanian siswa untuk menghasilkan karya.

Melalui program literasi yang berkelanjutan, MAN Lima Puluh Kota terus mendorong membaca dan menulis menjadi bagian dari keseharian siswa. Dari halaman buku, tumbuh gagasan, dari gagasan, lahir karya dan prestasi.
(Intan-HumasMANLiko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *