Humas MAN Lima Puluh Kota — Sabtu, 13 Juni 2026. Rangkaian kegiatan Class Meeting MAN Lima Puluh Kota semakin meriah pada hari kedua dengan digelarnya lomba memasak sate antar kelas. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kelas X dan XI ini tidak hanya menjadi ajang hiburan setelah pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas, kerja sama, serta keterampilan siswa dalam bidang tata boga.
Waka Kesiswaan Syahmihartis, M.Sy. menyampaikan bahwa kegiatan lomba memasak sate merupakan salah satu bentuk aplikasi nyata dari ilmu keterampilan yang telah diperoleh siswa, khususnya dalam bidang Tata Boga.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Mereka belajar bagaimana mengolah bahan makanan, bekerja dalam tim, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” ujar Syahmihartis.
Dalam lomba tersebut, setiap kelas berusaha menampilkan kreasi terbaiknya. Mulai dari proses menyiapkan bahan, meracik bumbu, membuat kuah sate, hingga penyajian menjadi bagian dari penilaian tim juri. Para siswa tampak antusias bekerja sama dan bahu membahu mempersiapkan berbagai kebutuhan, seperti peralatan memasak, daging, tepung, cabai, serta bahan pelengkap lainnya.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan langsung dari wali kelas masing-masing yang turut memberikan arahan dan motivasi kepada siswa agar mampu menampilkan hasil terbaik.
Sebanyak tujuh lokal peserta memberikan sentuhan kreativitas dengan menghadirkan nama sate yang unik dan menarik, di antaranya Sate Anak Ayah, Sate Ma, Sate Kuah Kuning, dan Sate Kuah Pariaman Mama. Nama-nama tersebut menjadi ciri khas tersendiri yang menunjukkan ide kreatif dan kekompakan masing-masing kelas.
Kepala MAN Lima Puluh Kota H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd. memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan positif tersebut. Beliau menyampaikan rasa bangga atas kreativitas, semangat kebersamaan, dan kerja keras seluruh siswa dalam mengikuti lomba.
“Anak-anak tidak hanya menghasilkan sate yang enak, tetapi juga telah belajar tentang kemandirian, kerja sama, kreativitas, dan bagaimana sebuah produk dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Ini merupakan pengalaman berharga dalam membentuk karakter dan jiwa kewirausahaan siswa,” ungkap Kepala Madrasah.
Melalui kegiatan class meeting ini, MAN Lima Puluh Kota terus berupaya menghadirkan aktivitas yang edukatif dan menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup, kreativitas, serta karakter mandiri yang siap menghadapi masa depan.
Ernawati dan Tim Humas
