Humas MAN Lima Puluh Kota. Ahad, 24/5/2026. MAN Lima Puluh Kota kembali melanjutkan semangat transformasi pendidikan melalui hari kedua Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan yang berlangsung di Sago Bungsu 2 ini menghadirkan narasumber hebat, Dr H. Muhammad Suhardi,S.Pd.I.M.Pd. dengan materi bertema Strategi Pengembangan Program Keterampilan dan Penyusunan Program Jadwal serta Kurikulum Keterampilan dan Implementasi Program Sarana Prasarana pada Program Keterampilan.
Sebelum kegiatan dimulai, Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali,S.Ag.M.M.Pd. memberikan hantaran kata penuh motivasi kepada seluruh peserta workshop. Beliau mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengikuti kegiatan dengan sepenuh hati serta mengambil ilmu dan pengalaman berharga dari narasumber.
“Ilmu dan pengalaman yang diberikan hari ini akan membawa MAN Lima Puluh Kota menjadi madrasah vokasi atau madrasah keterampilan,” ungkap beliau penuh optimisme. Beliau juga berharap tahun ini MAN Lima Puluh Kota segera mendapatkan SK sebagai madrasah keterampilan.
Workshop berlangsung penuh semangat dengan dihadiri seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN Liko. Para peserta tampak antusias mengikuti materi mendalam yang disampaikan narasumber mengenai tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Suhardi menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Beliau mencontohkan bagaimana telepon genggam merek Nokia yang dahulu sangat booming pada masanya, kini perlahan tertelan perkembangan zaman karena tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dan perkembangan teknologi saat ini.
“Jika kita tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, maka kita akan tertinggal,” tegas beliau.
Beliau juga menekankan bahwa lulusan saat ini dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang mampu bersaing di tengah perkembangan dunia kerja dan teknologi. Karena itu, madrasah harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing melalui keterampilan yang dimiliki.
Melalui workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini, MAN Lima Puluh Kota terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang bermakna, adaptif, dan berorientasi pada masa depan demi melahirkan generasi yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Ernawati dan Tim Humas
