Humas MAN Lima Puluh Kota, Jumat, 9 Oktober 2026 — Semangat riset dan inovasi mewarnai kegiatan Jumat pagi di MAN Lima Puluh Kota. Sebanyak tujuh tim KREASI (Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia) menampilkan presentasi hasil penelitian mereka di hadapan seluruh civitas akademika madrasah. Kegiatan ini menjadi ajang pemantapan kesiapan sekaligus uji mental bagi para siswa sebelum berlaga di babak final nasional yang akan berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Yogyakarta.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., bersama para pendidik dan tenaga kependidikan. Sebelum masing-masing tim tampil beliau juga memberikan motivasi dan semangat buat semua finalis kreasi tersebut. Suasana pagi itu terasa istimewa ketika satu per satu tim maju memaparkan hasil penelitian dengan penuh percaya diri, semangat, dan penguasaan materi yang baik. Seluruh perhatian penonton tertuju pada setiap presentasi yang mengangkat gagasan inovatif, persoalan sosial, lingkungan, kesehatan, budaya, hingga isu perempuan di era digital.
Ketujuh tim yang terdiri atas 14 siswa tersebut menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, keberanian berpikir kritis, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.Tujuh Tim, Tujuh Gagasan Inovatif. Berikut tujuh tim KREASI MAN Lima Puluh Kota yang siap berjuang pada final nasional.

  1. DIGREEN-ZAK: Inovasi Pemberdayaan Pemuda Berbasis Ekologi. Tim Sandra Herlina dan Siti Nazifah Shafira mengusung penelitian berjudul DIGREEN-ZAK: Strategi Pemberdayaan Pemuda Berbasis Ekologi dalam Mewujudkan Kemaslahatan Umat Berkelanjutan di Jorong Mangunai. Penelitian ini mengangkat strategi pemberdayaan pemuda melalui pendekatan ekologi demi mewujudkan kemaslahatan umat yang berkelanjutan. Guru pembimbing: Ernawati, S.S., M.Pd. dan Muhammad Raffin Althafullayya.
  2. Sumbang Duo Baleh: Menelisik Pergeseran Nilai Budaya Minangkabau. Tim Oryza Sativa dan Adinda Amaliya mempresentasikan penelitian berjudul Analisis Fenomenologi Disrupsi Nilai Sumbang Duo Baleh pada Perilaku Gadis Minang di Jopang Manganti. Riset ini menyoroti dinamika nilai-nilai adat Minangkabau dalam perilaku generasi muda di tengah perubahan zaman. Guru pembimbing: Ernawati, S.S., M.Pd. dan Gumala Resti Halin, S.Pd.Gr.
  3. KATELAX: Potensi Daun Katemas sebagai Kandidat Laksatif Alami. Tim Syauqiyah Zarei dan Mellani Putri mengangkat penelitian berjudul KATELAX: Potensi Fitokimia Ekstrak Daun Katemas (Euphorbia heterophylla) sebagai Kandidat Laksatif Alami. Penelitian ini mengeksplorasi potensi kandungan fitokimia daun katemas sebagai kandidat bahan alami yang berpeluang dikembangkan lebih lanjut. Guru pembimbing: Intan Suryati, S.Pd.Gr. dan Clara Tri Putri, S.Pd.
  4. Green to Clean Energy: Mengubah Limbah Daun Gambir Menjadi Energi Terbarukan. Tim Sarah Zakia Oris dan Nayla Syafitri membawa penelitian berjudul Green to Clean Energy: Konversi Limbah Daun Gambir Menjadi Gampel (Gambir Biomass Pellet) sebagai Biomassa Terbarukan. Gagasan ini menawarkan pemanfaatan limbah daun gambir sebagai bahan biomassa yang berpotensi mendukung pengembangan energi terbarukan. Guru pembimbing: Intan Suryati, S.Pd.Gr. dan Nelfia Nofitri, S.Pd.I., M.Pd.
  5. Maante Konji dan Lompek Page: Merawat Kohesi Kekerabatan Minangkabau
    Tim Mutiara Adinda dan Syttatun ‘Afifah mempresentasikan penelitian berjudul Tradisi Maante Konji dan Lompek Page sebagai Arsitektur Kohesi Kekerabatan Minangkabau di Nagari Talang Maur. Penelitian ini mengangkat tradisi lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya yang memperkuat ikatan kekerabatan masyarakat Minangkabau. Guru pembimbing: Intan Suryati, S.Pd.Gr. dan Restinova Sari, S.Pd.Gr.
  6. Tradisi Marosok dalam Perspektif Hukum Jual Beli Islam. Tim M. Fathur Rahman dan Ervin Java Andrizal mengusung penelitian berjudul Sudut Pandang Hukum Jual Beli Islam dalam Tradisi Marosok di Minangkabau. Riset ini mengkaji tradisi marosok yang dikenal dalam transaksi jual beli masyarakat Minangkabau melalui perspektif hukum jual beli Islam. Guru pembimbing: Mahaldi Unanda, S.Pd.
  7. The Glass Ceiling in Digital Space: Mengkaji Tantangan Perempuan di Ruang Digital. Tim Hilwa Putri Yossafa dan Nazihah Muthiah mengangkat penelitian berjudul The Glass Ceiling in Digital Space: Analisis Pengaruh Misogini Siber terhadap Career Resilience dan Determinasi Karir Perempuan Muda. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan muda di ruang digital serta kaitannya dengan ketahanan dan penentuan arah karier. Guru pembimbing: Mahaldi Unanda, S.Pd.
    Kepala Madrasah Apresiasi Keberanian dan Kesiapan Siswa. Usai menyaksikan seluruh presentasi, Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan apresiasi atas penampilan para siswa yang dinilainya memukau. Ia mengapresiasi keberanian, semangat, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan hasil penelitian secara jelas di hadapan warga madrasah. Menurutnya, kegiatan presentasi sebelum keberangkatan menuju final nasional sangat penting untuk melatih mental, meningkatkan kepercayaan diri, dan membiasakan siswa menghadapi audiens serta pertanyaan secara langsung.
    “Latihan tampil seperti ini sangat penting untuk melatih mental anak-anak agar lebih berani, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat nasional nantinya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru pembimbing yang telah mendampingi, membina, dan mempersiapkan para siswa hingga mampu tampil dengan baik di hadapan publik. Kepala madrasah berharap perjuangan seluruh tim KREASI dapat membuahkan hasil terbaik dan menjadi kebanggaan bagi MAN Lima Puluh Kota.
    Tanya Jawab Interaktif, Asah Nalar dan Perluas Wawasan. Kegiatan semakin menarik ketika setiap tim membuka sesi tanya jawab. Para siswa yang hadir diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan tanggapan, serta menggali lebih jauh gagasan yang dipresentasikan oleh masing-masing tim. Diskusi berlangsung seru dan interaktif. Para peserta tidak hanya memperoleh informasi tentang berbagai hasil penelitian, tetapi juga belajar menyampaikan pendapat, berpikir kritis, dan menghargai sudut pandang yang berbeda. Momen ini sekaligus memperlihatkan bahwa budaya riset dapat tumbuh melalui ruang dialog yang terbuka di lingkungan madrasah.
    Presentasi tujuh tim KREASI tersebut menjadi bukti bahwa siswa MAN Lima Puluh Kota memiliki potensi untuk melahirkan gagasan yang berangkat dari persoalan nyata, kearifan lokal, serta tantangan kehidupan modern. Keberagaman tema penelitian juga menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat berkembang dari berbagai bidang ilmu. Kini, dengan bekal latihan, pendampingan guru, dan dukungan seluruh keluarga besar madrasah, ketujuh tim bersiap melangkah menuju Yogyakarta untuk menghadapi final nasional pada 20–22 Oktober 2026.
    Doa dan dukungan seluruh keluarga besar MAN Lima Puluh Kota mengiringi perjuangan 14 siswa terbaik ini. Semoga seluruh tim diberikan kelancaran, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap tahapan kompetisi, mampu menampilkan kemampuan terbaik, serta meraih prestasi membanggakan hingga mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional. Dari madrasah untuk Indonesia, dari gagasan menjadi inovasi, dari kerja keras menuju prestasi!
    Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *