Humas MAN Lima Puluh Kota – Suasana Upacara Bendera Senin pagi (3/8/2026) di halaman MAN Lima Puluh Kota terasa berbeda dari biasanya. Kehadiran jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai pembina upacara menghadirkan nuansa edukatif sekaligus menjadi momentum bersejarah melalui penandatanganan kerja sama antara Bawaslu dan MAN Lima Puluh Kota. Bertindak sebagai pembina upacara, Dapit Alexsander, S.H.I., M.A.B., Komisioner Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, hadir bersama rombongan yang terdiri atas Kabag Humas, staf, dan tim humas Bawaslu. Sementara itu, petugas upacara dipercayakan kepada siswa kelas XII.1 dan XII.2 yang sukses menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
Upacara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan. Di hadapan seluruh peserta, Dapit Alexsander menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang mengikuti upacara dengan penuh kedisiplinan dan rasa hormat. Dalam amanatnya, Dapit Alexsander menjelaskan bahwa kehadiran Bawaslu di MAN Lima Puluh Kota merupakan bagian dari sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Pemilih Pemula sekaligus langkah awal menjalin sinergi bersama madrasah dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Madrasah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir pemilih-pemilih pemula yang cerdas, kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi di Indonesia,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh siswa untuk mengisi kemerdekaan bangsa dengan semangat belajar yang sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, dan aktif melakukan berbagai kegiatan positif.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jauhilah pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, serta berbagai perilaku negatif lainnya karena semua itu hanya akan merusak masa depan. Isi masa muda dengan prestasi, karakter yang baik, dan semangat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya dengan tutur kata yang santun namun penuh makna.
Usai amanat pembina upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Pemilih Pemula dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dapit Alexsander, S.H.I., M.A.B., selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai Pihak Kesatu, dan H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., Kepala MAN Lima Puluh Kota sebagai Pihak Kedua. Kerja sama ini tertuang dalam Nomor Surat 001/HK.02.00/K.SB-04/08/2026 dan 567/Ma.I/HM.01/08/2026, yang dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026.
Melalui kerja sama tersebut, kedua belah pihak berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda, memberikan pendidikan kepemiluan bagi pemilih pemula, memastikan data pemilih pemula yang akurat, valid, dan mutakhir, serta meningkatkan partisipasi dan kesadaran politik peserta didik melalui berbagai program edukasi kepemiluan di lingkungan madrasah.
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd., menyambut baik terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Bawaslu merupakan langkah strategis dalam memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan kesadaran berdemokrasi di kalangan peserta didik. “Kami mendukung sepenuhnya program Bawaslu di MAN Lima Puluh Kota. Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan madrasah dan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujar beliau.
Kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota dan MAN Lima Puluh Kota ini menjadi bukti bahwa pendidikan demokrasi tidak hanya diajarkan melalui teori di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui sinergi nyata antar lembaga. Dengan demikian, madrasah semakin memperkuat perannya sebagai tempat lahirnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta siap menjadi pemilih yang berkualitas demi terwujudnya demokrasi Indonesia yang lebih baik.
Ernawati dan Tim Humas
