Humas MAN Lima Puluh Kota, Kamis, 16 Juli 2026** – Komitmen MAN Lima Puluh Kota dalam meningkatkan kompetensi pendidik terus diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi. Pada Kamis, 16 Juli 2026, dua wakil kepala madrasah dan tiga orang guru MAN Lima Puluh Kota mengikuti Seminar Nasional Guru PAI dan Bahasa Arab Madrasah Aliyah se-Sumatera Barat bertema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Guru PAI dan Bahasa Arab Madrasah sebagai Agen Perubahan Karakter di Madrasah.” Lima perwakilan MAN Lima Puluh Kota tersebut terdiri atas Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, dua guru Fikih, dan satu guru Bahasa Arab. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di Aula AB 1 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai Madrasah Aliyah se-Sumatera Barat dan disiarkan secara langsung melalui Zoom sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, M.A., didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. H. Tan Gusli, S.Fil., M.A.P., M.A. Dalam sambutannya, H. Mustafa menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus dibangun di atas nilai-nilai kasih sayang. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mencintai Allah Swt., sesama manusia, lingkungan, serta memiliki karakter mulia.

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Abdul Basit, S.Ag., M.M. memaparkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan menjadikan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam interaksi pembelajaran. Guru diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang humanis, inspiratif, dan menyenangkan sehingga mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.

Keikutsertaan delegasi MAN Lima Puluh Kota tidak terlepas dari dukungan penuh Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.M.Pd. Beliau menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kompetensi guru dengan membagikan informasi seminar kepada seluruh pendidik serta memberikan izin dan kesempatan seluas-luasnya kepada guru yang berminat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dukungan ini menjadi bukti bahwa pengembangan profesionalisme guru merupakan salah satu prioritas madrasah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.

H. Nur Ali berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama seminar dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di MAN Lima Puluh Kota, sehingga nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar hadir di ruang-ruang kelas melalui pembelajaran yang mengedepankan kasih sayang, keteladanan, dan pembentukan karakter peserta didik. Partisipasi dalam seminar nasional ini semakin mempertegas komitmen MAN Lima Puluh Kota untuk terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berprestasi, serta mampu mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *