Humas MAN Lima Puluh Kota — Sabtu,9/5/2025. Madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, bakat, dan keterampilan siswa. Hal inilah yang terus dibuktikan oleh MAN Lima Puluh Kota melalui program keterampilan unggulan yang kembali aktif bergerak pada Sabtu, 9 Mei 2026, sesudah pelaksanaan salat Zuhur.
Suasana madrasah tampak hidup dan penuh semangat. Di berbagai ruang keterampilan, para siswa antusias mengikuti kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan nyata sebagai bekal masa depan. Sebanyak sembilan jenis keterampilan yang dimiliki madrasah terus menunjukkan geliat positif dalam mencetak generasi yang kreatif, mandiri, dan siap bersaing di era modern.
Beberapa program keterampilan seperti tata boga yang menjadi salah satu program favorit siswa kali ini mengajak peserta mengenal lebih dekat ragam makanan khas Nusantara melalui kegiatan mengkliping kuliner daerah. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sebelum siswa memasuki praktik memasak secara langsung. Program ini tidak hanya melatih keterampilan memasak, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap kekayaan kuliner Indonesia.
Tidak kalah menarik, keterampilan tata rias menghadirkan inovasi kreatif dengan membuat lilin aromaterapi berbahan alami yang dapat digunakan sebagai pewangi ruangan. Para peserta tampak serius sekaligus gembira mengikuti setiap proses pembuatan. Kreativitas siswa semakin berkembang melalui kegiatan yang memiliki nilai seni sekaligus peluang usaha tersebut.
Di bidang olahraga, keterampilan Porkes (Penjasorkes) melatih siswa bermain bola voli agar semakin terampil, tangkas, dan memiliki jiwa sportivitas tinggi. Gelak tawa dan semangat para peserta menambah hidup suasana latihan sore itu.
Sementara itu, keterampilan tata busana juga menjadi salah satu program unggulan yang banyak diminati. Para siswa dibimbing menjahit pakaian menggunakan mesin jahit maupun teknik jahit tangan (manual). Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, peserta mulai mampu menghasilkan jahitan sederhana untuk kebutuhan mereka sendiri. “Para anggota sudah mulai terampil menjahit untuk diri mereka masing-masing,” ujar Dra. Saiyidati selaku pembimbing keterampilan tata busana.
Nuansa budaya Minangkabau pun semakin terasa melalui latihan randai dalam program keterampilan sendratasik. Para peserta mengikuti setiap gerakan dan cerita randai dengan penuh semangat dan suka ria. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MAN Lima Puluh Kota tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif melestarikan budaya daerah di kalangan generasi muda.
Kepala madrasah, H. Nur Ali, S.Ag.M.M.Pd. terus memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program keterampilan yang dijalankan. Menurut beliau, keterampilan menjadi salah satu bekal penting bagi siswa setelah menamatkan pendidikan di madrasah.
“Program keterampilan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, kreatif, mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman,” ungkap beliau.
Melalui program unggulan ini, MAN Lima Puluh Kota semakin membuktikan diri sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam pendidikan agama dan akademik, tetapi juga mampu mencetak siswa yang terampil, produktif, dan siap berkarya untuk masa depan.
Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *