Humas MAN Lima Puluh Kota — Rabu, 29/4/2026. Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa MAN Lima Puluh Kota. Sebanyak tiga orang siswa (M. Fathur Rahman kelas XI 4, Sandra Herlina XI 3, dan Qoulan Bilqisthi kelas X 3) berhasil lolos seleksi untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal bagi Siswa/i Tingkat SLTA/MA se-Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Pada tahap awal seleksi, para peserta diwajibkan mengirimkan karya tulis berbentuk fiksi yang menggambarkan kekayaan budaya, kehidupan masyarakat, serta kearifan lokal Kabupaten Lima Puluh Kota. Tulisan-tulisan tersebut kemudian diseleksi secara ketat oleh panitia sebelum akhirnya peserta terbaik dipilih untuk mengikuti rangkaian kegiatan bimbingan teknis kepenulisan.
Alhamdulillah, dari seluruh peserta tingkat SMA/MA se-Kabupaten Lima Puluh Kota, tiga siswa MAN Lima Puluh Kota berhasil lolos dan menjadi bagian dari 50 peserta terpilih. Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan Ernawati, S.S., M.Pd., selaku pembina ekstrakurikuler Bengkel Sastra sekaligus guru Bahasa Indonesia di madrasah tersebut. Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam meningkatkan literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Para peserta terpilih akan memperoleh berbagai fasilitas dari panitia, seperti alat tulis, uang pengganti transportasi, konsumsi dan kudapan selama kegiatan berlangsung, sertifikat, serta satu buku kumpulan karya yang memuat tulisan seluruh peserta.
Kepala MAN Lima Puluh Kota H. Nur Ali, S.Ag.M.M.Pd. memberikan apresiasi yang luar biasa atas capaian tersebut. Beliau menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap prestasi yang telah diraih oleh para siswa. “Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk membangun tradisi literasi di madrasah. Kami berharap ke depan semakin banyak siswa MAN Lima Puluh Kota yang mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya dalam bidang kepenulisan, sehingga lahir lebih banyak penulis kreatif yang mampu melestarikan kearifan lokal melalui karya,” ungkap beliau.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi literat yang peduli terhadap budaya daerah. Semangat berkarya dan mencintai budaya lokal terus menjadi bagian penting dalam membangun masa depan yang berkarakter dan berbudaya.
Ernawati dan Tim Humas
