Humas MAN Lima Puluh Kota, Rabu, 15 April 2026 — Sebuah momentum bersejarah terukir di MAN Lima Puluh Kota melalui launching buku berjudul “Menapak Jejak, Menoreh Prestasi”. Buku ini secara resmi diluncurkan bersamaan dengan launcing Genius Potcast oleh H. Mustafa, MA. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, dalam sebuah seremoni khidmat yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara serta penandatanganan berita acara dan cover buku.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala kantor Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota Dr. H.Irwan, M.Ag, Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S Ag.M.M.Pd., para guru, tim penulis, tamu undangan, serta siswa kelas XII bersama orang tua mereka. Buku “Menapak Jejak, Menoreh Prestasi” merupakan karya kolaboratif tim penulis yang terdiri dari wakil kepala (Ernawati,S.S.M.Pd.,Nrlfia Nofitri,S.Pd.I. M.Pd. Syahmihartis, M.Sy. dan Fauzana Putri, M.Pd), guru (Dra. Saiyidati, Intan Suryati, S.Pd.Gr, Resti Nova Sari,S.Pd.Gr. Gumala Resti Halin,S.Pd.Gr,dan Yulfianis dan Elsi Pesdekri, S.Pd. JFU MAN Lima Puluh Kota. Karya ini menjadi dokumentasi penting yang merekam perjalanan panjang madrasah, mulai dari masa awal berdiri sebagai MAN Padang Japang hingga bertransformasi menjadi MAN Lima Puluh Kota yang dikenal saat ini. Berbagai dinamika, perjuangan, serta capaian prestasi yang diraih madrasah dituangkan secara utuh dalam buku ini. Tidak hanya menjadi catatan sejarah, buku ini juga menjadi bentuk nyata dedikasi dan kerja keras tim penulis dalam menghadirkan literasi bermakna bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan harapannya agar buku ini dapat menjadi warisan berharga yang memperkuat identitas dan jati diri madrasah. “Semoga buku ini menjadi bukti sejarah yang kokoh dan inspirasi bagi generasi selanjutnya dalam melanjutkan estafet perjuangan MAN Lima Puluh Kota,” ungkap beliau.

Launching buku ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan besar madrasah yang tidak hanya menampilkan capaian akademik, tetapi juga menegaskan komitmen MAN Lima Puluh Kota dalam membangun budaya literasi yang kuat. Sebuah langkah nyata bahwa sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga ditulis dan diwariskan kini dalam genggaman.

Ernawati dan Tim Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *